Feeds:
Pos
Komentar

105250_1ilustrasiistimewaTugas para Nabi dan Rasul adalah berdakwah, menyampaikan risalah Allah Swt, menyeru kepada Tauhid dan melarang umatnya untuk berbuat kemusyrikan. Firman Allah Swt:

“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).” (QS. 42. Asy Syuura : 13) Lanjut Baca »

10885503_10203544091187091_9451017456308172_nSelamat atas terpilihnya Hj. Gian Puspa Lestari, Lc. M.Pd sebagai Ketua Umum PP. Pemudi Persatuan Islam masa jihad 2014-2018 dalam Muktamar X di Bandung.

Gian adalah alumnus Tsanawiyah Pesantren Persis 88 angkatan 1998, semoga alumnus yang lain bisa terinspirasi, dan berkiprah dimanapun untuk izzatul Islam wal muslimin.

Logo Persis

Logo Persis
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Metode penentuan awal bulan baru menggunakan metode Rukyat Qobla Ghurub dinilai tidak mendasar karena tidak mengikuti kaidah penentuan hari dalam Islam, yakni malam hari.
Ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Ghazali Masruri mengatakan penentuan hari dan bulan haruslah mengikuti Alquran dan sunnah. Dalam Islam, hari dimulai pada malam. Sementara awal bulan adalah ketika matahari terbenam yang disusul penampakan hilal pada hari terjadinya konjungsi.

Meski Lanjut Baca »

Alhamdulillah Ust. H. Tito Irawan, S.Ag kapilih deui janten Mudirul ‘Am PPI 88 2013-2018, dina raraga Pemilihan Mudirul ‘Am nu diayakeun ku Bidang Pendidikan PC. Persis Cimahi Selatan, dinten Sabtu, 30 November 2013/26 Muharam 1435 H di PPI 88 Melong-Cimahi.

Saparantos kapilih ku Asatidz PPI 88, Ust. Tito teras dilantik tur di bae’at ku Ust. H. Dr. Dedeng Rosyidin, M.Ag, salaku Ketua Dikdasmen PP. Persis.

Wilujeng neraskeun mancen tugas ka Ust. H. Tito Irawan, S.Ag, mugia PPI 88 langkung sae tur majeung. Amin

Merujuk kepada Surat Edaran yang direallis oleh PP PERSIS, kami beritahukan sebagaimana kami lampirkan dibawah ini :

SURAT EDARAN

Nomor : 1095/JJ-C.3/PP/2013
Tentang : GERHANA BULAN SEBAGIAN (GBS)

Merujuk kepada Almanak Persatuan Islam Tahun 1434 H sebagai hasil perhitungan Dewan Hisab dan Rukyat Persatuan Islam, maka dengan ini Pimpinan Pusat Persatuan Islam menyampaikan hal-hal sebagai berikut:

1. Bahwa pada hari Jum’at (dini hari) tanggal 15 Jumadits-Tsaniyah 1434 H / 26 April 2013 M akan terjadi Gerhana Bulan Sebagian (GBS);
a. Kontak awal Gerhana : pukul 02.52’.24” WIB (Dini Hari)*
b. Pertengahan Gerhana : pukul 03.07’.24” WIB (Dini Hari)*
c. Kontak akhir Gerhana : pukul 03.22’.18” WIB (Dini Hari)*

Gerhana ini terlihat di seluruh wilayah Indonesia dengan piringan bulan yang tertutup bayangan inti bumi sekitar 1.5%.

2. Sehubungan dengan kejadian gerhana bulan sebagian tersebut di atas, kami anjurkan kepada seluruh jamaah dan simpatisan Persatuan Islam serta kaum muslimin untuk melaksanakan Shalat Gerhana pada waktunya. Untuk keseragaman pelaksanaan Shalat Gerhana dimaksud, kami atur sebagai berikut:
a. Mulai Takbir : pk. 02.52 WIB (Dini Hari)*
b. Shalat Gerhana : pk. 03.15 WIB (Dini Hari)* dilanjutkan dengan khutbah, pengumpulan dan pembagian shadaqoh.

Demikian hal ini kami sampaikan untuk dijadikan pedoman bagi seluruh anggota dan jajaran jam’iyyah serta kaum Muslimin pada umumnya.

Bandung, 02 J. Tsaniyah 1434 H
13 April 2013 M
Ketua Umum,                                                  Sekretaris Umum,
Prof.Dr.KH. M. Abdurrahman, MA.       Dr. H. Irfan Safrudin, M.Ag.
NIAT: 01.01.07070.003                           NIAT: 01.01.24410.108

Pesantren Persatuan Islam (PPI) 88 Menerima Pendaftaran Santri Baru
untuk Tahun Ajaran 2013 – 2014
Untuk tingkat :
Diniyah Ula
Tajhiziyah
Tsanawiyah
Waktu Pendaftaran : Setiap hari kerja kecuali hari Jum’at (libur)
Pukul : 08.00 s/d 14.00
Mulai hari ini sampai bulan Juli 2013
Tempat Pendaftaran : Kantor Pesantren Persis 88 Melong, d/a Blok Cikendal Rt.05 Rw. 05 Kel. Melong Kec. Cimahi Selatan Kota Cimahi

No Kontak HP.081322361570 / 085220493606

KARAKTERISTIK HAMBA ALLAH

Oleh : Drs. H. Shiddiq Aminullah

Dalam QS. Al-Furqan : 63-74 Allah swt menjelaskan tentang ciri-ciri hamba  yang dimuliakan Allah,  antara lain : Pertama, Rendah hati, tidak berlaku sombong, tidak karena kebetulan diberi kekayaan, kecantikan, kedudukan, atau kepandaian kemudian menolak kebenaran yang datang dari Allah dan menghina kepada orang lain. Ia sadar bahwa segala yang ia miliki hanyalah titipan dari Yang Maha Pengasih, ia juga sadar bahwa disamping kelebihan, banyak juga kekurangan dan kealfaan dalam dirinya.

Kedua,  Selain melaksanakan shalat fardu yang lima, ia juga rajin melakukan shalat tahajud di malam hari, Satu amal ibadah sunat yang mendapat jaminan surga bernama “Maqoman Mahmudan “ (QS. Bani Israil : 79)  Saat orang lain terlelap tidur, ia bangun mendekatkan diri kepada Allah, berdo’a, dan beristighfar dengan khusyuk, pada dini hari, saat  besar harapan semua do’a dikabul Allah. Seperti dijelaskan oleh Nabi saw. :  “Allah turun ke langit dunia pada sepertiga malam terakhir, dan menghimbau : Barangsiapa yang berdo’a kepada-Ku saat ini akan Aku kabulkan, dan barangsiapa yang memohon ampunan kepada-Ku saat ini akan Aku ampuni, dan barangsiapa yang meminta sesuatu kepada-Ku saat ini akan Aku penuhi. “  HR. Al-Bukhari.

Ketiga, Tidak boros dan tidak kikir. Ia taat melaksanakan kewajiban zakat, infaq , wakaf dan sedekah. Ia meyakini bahwa apa yang ia berikan kepada fakir  dan miskin atau fi sabilillah,  bukanlah untuk kepentingan orang lain tapi justru  untuk kebaikan dirinya, baik di dunia terutama di akhirat. Sudah menjadi kenyataan dalam kehidupan bahwa betapa orang yang pemurah dan ahli sedekah disayang orang, sebaliknya kebencian justru banyak dialamatkan kepada orang bakhil dan kikir. Belum lagi di akhirat kelak, harta yang diinfakkan dengan ikhlas akan menjadi benteng bagi dirinya dari siksa api neraka , dan harta yang dibakhilkan akan dikalungkan oleh Allah dari api neraka.  Ia juga tidak berlebihan dalam meninfakkan hartanya, sehingga membuat keluarganya miskin dan menderita. Nabi saw. menyatakan : “ Engkau meninggalkan ahli waritsmu dalam keadaan berkecukupan lebih baik dari pada engkau meningalkannya dalam keadaan miskin, dan hidupnya jadi beban orang lain “ HR. Muslim.

Keempat, Menghindarkan diri dari perbuatan-perbuatan dosa besar, seperti Syirik, yaitu menyukutukan Allah, baik rububiyyah maupun uluhiyyah,  termasuk di dalamnya riya, yang oleh Nabi saw. disebut sebagai “syirik kecil “ ,  beramal tidak ikhlas karena Allah, tapi mengharapkan pujian dari sesama manusia. Ia tidak pernah memohon pertolongan dan berdo’a kepada selain Allah.  Ia tidak Membunuh, karena membunuh orang tanpa alasan yang dibenarkan oleh Allah dan rasul-Nya adalah dosa besar.  Ia juga tidak melakukan zina, yang dalam hadits riwayat Imam At-Thabrani dinilai oleh Nabi sebagai dosa terbesar urutan kedua setelah dosa syirik.  Beliau bersabda :  “ Tidak ada dosa yang lebih besar setelah dosa syirik, kecuali dosa seorang lelaki menyimpan spermanya pada rahim wanita yang tidak halal baginya . “Ia juga tidak memberikan kesaksian palsu, karena disamping perbuatan itu hanya akan mencelakakan orang lain  dan dirinya juga merupakan perbuatan dosa. Kelima,  Jangankan perbuatan yang jelas-jelas dosa, hal-hal yang ia nilai tidak ada manfaatnya, ia hindari. Sebagaimana dinyatakan Nabi saw. : “ “Sebaik-baik muslim adalah orang yang bisa meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat “ ( HR.  At-Tirmidzi ). Keenam, Ia terbuka untuk menerima nasihat dan teguran. Apalagi jika nasihat dan teguran itu bersumber dari ayat Allah atau hadits Nabi . Dalam ayat lain dijelaskan bahwa orang-orang yang akan diberi kebaikan oleh Allah, hatinya akan selalu terbuka untuk menerima nasihat, menerima ajaran Islam. Sebaliknya orang yang akan dibiarkan dalam kesesatan, setiap nasihat dirasakan menyesakkan hati dan hanya menyusahkan dirinya, menyinggung perasaannya.  Ketujuh, Ketika ia sadar telah terlibat perbuatan dosa, mengikuti ajakan hawa nafsu dan godaan syetan, ia segera bertaubat, dengan memohon ampunan Allah dan berusaha untuk tidak mengulangi perbuatan dosa itu. Ia yakin bahwa  sebesar apapun dosa yang dilakukan jika ia mau bertaubat taubatan nasuha Allah Yang Maha Pengasih dan Maha Pengampun akan mengampuninya.

Dengan sifat-sifat tersebut di atas insya Allah seseorang akan termasuk katagori “  Ibadur Rahman “  Hamba Allah yang dimuliakan. Wallahua’alam.

Ikuti

Kirimkan setiap pos baru ke Kotak Masuk Anda.

%d blogger menyukai ini: