Feeds:
Pos
Komentar

27972612_1676871332396211_7393491319739459256_n28276270_2055741494704251_8861652410472163858_n

Iklan

Pembunuhan pertama kali di dunia terhadap manusia sholeh dilakukan anak Nabi Adam AS, adalah pembunuhan Habil yang dilakukan oleh kakanya sendiri, Qabil. Kedua anak Adam tersebut adalah korban, Habil menjadi korban pembunuhan dan sementara Qabil juga menjadi korban pertama bisikan jahat syetan yang membujuknya untuk melenyapkan nyawa saudaranya dengan sangat tidak manusiawi. Yang menjadi pembeda dari kedua korban itu adalah niat dan itikadnya, Habil tidak beritikad buruk membunuh sehingga dia dicatat sebagai seorang yang sholeh yang hanya takut kepada Allah SWT saja. Adapun Qabil sudah berencana membunuh adiknya Habil dengan berbagai cara dan amarahnya memuncak setelah penqorbanannya tidak diterima Allah SWT.

Karena kemarahan dan kedengkian Qabil kepada adiknya setelah qurbannya –pendekatan diri kepada Allah SWT- tidak diterima ia nekad membunuh Habil dengan mengunakan batu. Sementara itu, qurban Habil diterima oleh Allah SWT karena ia berniat tulus hanya untuk Allah dan memilih harta terbaiknya dalam pelaksanaan qurban tersebut. Qurban itu dilakukan dalam bentuk sayembara oleh Nabi Adam AS guna menguji siapa diantara anaknya yang betul-betul sholeh, yang akan mendapatkan ganjaran setimpal baik di dunia maupun di akhirat. Silahkan simak makna ayat dari surat al-Maidah ayat 27-30. Terutama ayat ke 28 dibawah ini : Lanjut Baca »

Mengenai kedudukan hadits tentang keutamaan membaca surat Al-Kahfi pada hari Jum’at, para ulama telah terjadi perbedaan pendapat. Di antara mereka ada yang menshahihkan keterangan-keterangan mengenai sunnahnya membaca surah Al-Kahfi pada malam atau hari Jum’at, dan ada pula yang melemahkan keterangan-keterangan tersebut.

Di antara yang menshahihkan, ialah Imam Muhammad Nashiruddin Al-Albany. Berikut teks haditsnya :

عَنْ أَبِى سَعِيدٍ الْخُدْرِىِّ أَنَّ النَّبِىَّ -صلى الله عليه وسلم- قَالَ :)مَنْ قَرَأَ سُورَةَ الْكَهْفِ فِى يَوْمِ الْجُمُعَةِ أَضَاءَ لَهُ مِنَ النُّورِ مَا بَيْنَ الْجُمُعَتَيْنِ)

Dari Abu Sa’id Al-Khudriy radhiyallahu anhu, bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda: “Barangsiapa yang membaca surah Al-Kahfi pada hari Jum’at, maka Allah akan menyinarinya dengan cahaya di antara dua Jum’at.” (Diriwayatkan oleh Al-Hakim dalam Al-Mustadrok II/399 no.3392, dan Al-Baihaqi di dalam Sunannya III/249 dengan nomor.5792). Lanjut Baca »

logo-persis-green

Cermin dari intelektulitas yang matang terlihat dalam setiap perdebatan yang tidak diiringi dengan cara-cara kekerasan terhadap orang yang berbeda pendapat. Betapapun tajamnya perbedaan itu, semua diselesaikan melalui tukar pikiran dan beradu hujjah.

Persatuan Islam (Persis) yang didirikan di Bandung pada 12 September 1923 menyelenggarakan Muktamar XV di Jakarta, 21-23 November 2015. Ormas yang sekarang memasuki usia 92 tahun ini berusaha mengokohkan kiprahnya dalam gerakan dakwah di negeri ini dengan mengusung tema “Dinamisasi Jihad Jam’iyyah untuk Menghadapi Tantangan Dakwah“. Dari tema tersebut tergambar dua hal yang sangat penting, yang berusaha dibahas dalam arena muktamar, yaitu dinamisasi organisasi (jam’iyyah) dan tantangan dakwah. Sebagai organisasi yang mengusung gerakan perubahan (harakah tajdid) tentu dua hal ini sangat penting untuk dibicarakan dalam musyawarah para muktamirin. Lanjut Baca »

105250_1ilustrasiistimewaTugas para Nabi dan Rasul adalah berdakwah, menyampaikan risalah Allah Swt, menyeru kepada Tauhid dan melarang umatnya untuk berbuat kemusyrikan. Firman Allah Swt:

“Dia telah mensyari’atkan bagi kamu tentang agama apa yang telah diwasiatkan-Nya kepada Nuh dan apa yang telah Kami wahyukan kepadamu dan apa yang telah Kami wasiatkan kepada Ibrahim, Musa dan Isa yaitu: Tegakkanlah agama dan janganlah kamu berpecah belah tentangnya. Amat berat bagi orang-orang musyrik agama yang kamu seru mereka kepadanya. Allah menarik kepada agama itu orang yang dikehendaki-Nya dan memberi petunjuk kepada (agama)-Nya orang yang kembali (kepada-Nya).” (QS. 42. Asy Syuura : 13) Lanjut Baca »

10885503_10203544091187091_9451017456308172_nSelamat atas terpilihnya Hj. Gian Puspa Lestari, Lc. M.Pd sebagai Ketua Umum PP. Pemudi Persatuan Islam masa jihad 2014-2018 dalam Muktamar X di Bandung.

Gian adalah alumnus Tsanawiyah Pesantren Persis 88 angkatan 1998, semoga alumnus yang lain bisa terinspirasi, dan berkiprah dimanapun untuk izzatul Islam wal muslimin.

Logo Persis

Logo Persis
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Metode penentuan awal bulan baru menggunakan metode Rukyat Qobla Ghurub dinilai tidak mendasar karena tidak mengikuti kaidah penentuan hari dalam Islam, yakni malam hari.
Ketua Lajnah Falakiyah Pengurus Besar Nahdlatul Ulama Ghazali Masruri mengatakan penentuan hari dan bulan haruslah mengikuti Alquran dan sunnah. Dalam Islam, hari dimulai pada malam. Sementara awal bulan adalah ketika matahari terbenam yang disusul penampakan hilal pada hari terjadinya konjungsi.

Meski Lanjut Baca »

%d blogger menyukai ini: